Manajemen Proyek TI, pilihan atau keharusan?
Ditulis oleh Ita Apriani
Sering kita lihat bahwa proyek TI mengalami kegagalan, baik dalam mencapai tujuan, jadwal maupun batasan biaya yang telah ditentukan. Sering kita lihat juga bahwa pada saat pengerjaannya, beberapa proyek TI mengalami pengurangan ataupun penyesuaian pada lingkup pekerjaannya agar dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Akibatnya, hasil yang diperoleh oleh customer lebih sedikit dari yang direncanakan di awal, padahal tetap harus mengeluarkan biaya untuk lingkup pekerjaan yang telah direncanakan di awal.
Data dari Standish Group Study (CHAOS) menemukan bahwa 31.1% proyek TI dibatalkan sebelum proyek rampung. Hasil selanjutnya mengindikasikan 52.7% proyek TI mengalami pembengkakan biaya lebih dari 189%. Hanya sekitar 16.2% proyek pengembangan software yang diselesaikan sesuai dengan budget dan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Belum lagi, banyak ditemukan proyek TI bernilai besar yang dirasakan tidak membawa manfaat signifikan pada perusahaan.
Apakah yang menyebabkan rendahnya tingkat keberhasilan proyek TI ini? Fakta yang didasarkan dari berbagai pengalaman menyebutkan bahwa salah satu penyebab kegagalan proyek TI adalah dilupakannya atau belum dijalankannya manajemen proyek TI (IT project management) secara baik dan tepat manakala dilakukan suatu proyek TI. Padahal dengan investasi yang lumayan mahal, proyek TI dituntut oleh pemilik proyek agar berjalan mulus, tanpa cacat. Di sinilah manajemen proyek TI menjadi penting.
Manajemen proyek TI sendiri merupakan aplikasi atau implementasi terhadap semua aspek dari sebuah rancangan pengembangan solusi TI untuk menghasilkan suatu sistem solusi yang selaras dengan obyektif yang telah ditetapkan. Manajemen proyek TI mengendalikan dan mengelola tiga komponen utama keberhasilan proyek IT yakni waktu, biaya dan fungsionalitas. Semakin tepat ketercapaian waktu, biaya dan fungsionalitas dari proyek IT yang telah direncanakan, semakin tinggi pula tingkat keberhasilannya.
Banyak organisasi yang belum memiliki project manager yang khusus ditugaskan untuk menangani proyek-proyek TI karena berbagai macam keterbatasan, namun salah satu cara yang effektif adalah dengan menggunakan alih daya (outsourcing) untuk manajer proyek TI ini. Dengan cara seperti ini maka akan menjadi lebih effektive dan effisien terutama dari sisi biaya karena dapat disesuaikan dengan jumlah atau besar nya dan lama nya waktu yang diperlukan untuk mengerjakan proyek-proyek IT yang ada. Pembiayaan untuk manajer proyek TI ini dapat dimasukan ke dalam budget keseluruhan proyek TI yang ada.
Adapun keuntungan dari penerapan manajemen proyek TI antara lain:
- Effisiensi – baik dari sisi biaya, waktu dan sumber daya
- Meningkatnya kualitas dan produktifitas
- Meningkatnya relasi dengan customer
- Mencapai keuntungan maksimal, serta
- Koordinasi internal yang lebih baik sehingga terjadi peningkatan semangat, tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek.
Akhirnya, tidak berlebihan bila disimpulkan bahwa tanpa manajemen proyek TI, maka proses pembangunan TI menjadi tidak terarah. Dengan menggunakan metodologi manajemen proyek TI yang baik, kegagalan suatu proyek TI bisa dihindari, atau setidaknya diminimalkan.
Selanjutnya, Anda lah yang menentukan seberapa penting arti manajemen proyek IT terhadap keberhasilan pengembangan proyek IT di tempat Anda!
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
PT Maestro Global Informatika
Phone: +6221 3002 9364 atau +6221 4288 9880
email: outsourcing@maestroglobal.co.id
website: www.maestroglobal.co.id










oke, artikel ini sangat membantu tugas akhir matakuliah saya yaitu manajemen sistem informasi.
pada intinya saya sependapat, tentang outshourching karena merupakan suatu pilihan bagi perusahaan jika memang membutuhkan pihak ke tiga (out sourching) dalam pengembangan sistem informasi dan dapat menjadi mitra kerja yang baik.
terima kasih..
sebenarnya memang manajemen IT sangat diperlukan oleh setiap perusahaan terutama dengan perkembangan teknologi seperti saat ini, cuma yang saya ragukan ialah seberapa besar pengaruhnya bila kita memang membuat sebuah manajemen sendiri mengenai IT karena buat saya untuk beberapa usaha, cukup dengan staf IT tak perlu menggunakan manajemen IT secara keseluruhan apalagi bila kita menggunakan outsourcing IT…
tapi secara keseluruhan memang bagian IT tidak bisa dianggap sebelah mata dalam sebuah manajemen perusahaan..
thanks buat infonya…
menurut saya pada era sekarang ini untuk mendukung kegiatan bisnis suatu perusahaan IT bukan hanya pilihan lagi tetapi merupakan suatu keharus bagi setiap perusahaan untuk mampu bersaing…..
Saya setuju dengan pernyataan di atas bahwa salah satu penyebab kegagalan proyek TI adalah belum diterapkannya manajemenproyek TI. Manajemen proyek TI mengendalikan dan mengelola tiga komponen utama keberhasilan proyek IT yakni waktu, biaya dan fungsionalitas. Nah..berkaitan dengan hal itu, menurut hemat saya..tentunya upaya untuk selektif dalam pemilihan vendor menjadi faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan manajemen proyek TI tersebut. Terima kasih..
Manajemen proyek sangat penting didalam suatu perusahaan termasuk untuk pengembangan TI.Sebenarnya manajemen proyek TI tidak hanya untuk yang bersifat outsourcing tapi juga untuk yang bersifat insourcing. insourcing maupun outsourcing memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing, yang terpenting adalah mana yang paling tepat sesuai dengan kondisi perusahaan, tentunya apa pun pilihan yang diambil, manajemen proyek TI harus tetap ada.
Saya setuju dengan apa yang ditulis dalam artikel ini. Investasi dalam IT memang sangat besar, baik dari segi biaya maupun waktu, dengan adanya manajemen proyek semuanya akan lebih terukur…
tks atas informasinya…
menurut saya, pengembangan sistem informasi bagi perusahaan bukan saja menjadi pilihan, tetapi juga keharusan. Walaupun tidak semua perusahaan sudah mampu untuk melakukannya. Terima kasih, nice article..
Setuju dengan artikel ini, IT memerlukan sumber daya dan dana yang tidak kecil. Tidak sedikit IT yang sudah dibangun dengan biaya mahal tidak dimanfaatkan secara optimal, maka pembangunan IT perlu menggunakan metodologi manajemen proyek IT yang baik, kegagalan suatu proyek TI bisa dihindari, atau setidaknya diminimalkan.
outsourcing IT memang salah satu cara untuk mengefisiensikan biaya perusahaan.Artikel ini akan saya gunakan sebagai bahan referensi tugas paper saya. Terimakasih.
salah satu kegagalan pada Outsourcing IT adalah pada manajemen proyek yang akan dilakukan pada user. untuk itu, harus di optimalkan SDM yang mempunyai integritas tinggi.terima kasih
saya setuju dengan artikel diatas..dengan penerapan manajemen proyek maka efisiensi dari penggunaan biaya dapat diminimalisir, akan tetapi tetap memperhatikan kualitas dan produktivitas.
sebuah pemilihan keputusan dalam penggunaan apakah perusahaan harus menggunakan it outsourcing merupakan hak sebuah perusahaan. Karena pada dasarnya perusahaan itu sendirilah yang dapat membutuhkan apa kira-kira support yang diperlukan agar sistem informasinya dapat berjalan dengan bantuan tentu saja vendor lain.
Penyelesaian proyek TI sangat dipengaruhi oleh experience dan relationship antara vendor dan perusahaan.
Kerjasama yang hanya berbasis ekonomis seringkali tidak berjalan dengan baik, perlu dipikirkan faktor-faktor penting lainnya seperti kecocokan dengan sistem model yang ditawarkan, experience vendor meng handle suatu project, dan lain – lain.
Konsep 50:50 antara outsorcing dan insourcing juga peru dipertimbangkan karena dapat memberikan hasil yang lebih optimal jika di manage dengan baik
Memang salah satu kendala perusahaan yang membuatnya harus melakukan outsourcing adalah karena tidak adanya manager/staff IT/IS yang dapat fokus pada suatu project pengembangan software karena harus juga menangani pekerjaan lain yang berkaitan dengan IT/IS.
artikel yg menarik. saya sependapat bahwa untuk mengembangkan IT perusahaan harus memiliki manajemen proyek yg baik berisi orang2 yg kompeten dan fokus pada proyek yg dikerjakannya. untuk meminimalisir kegagalan, sebaiknya dalam manajemen proyek end user jg diikutsertakan.
Biaya membengkak apalagi melebihi 189%, sungguh sesuatu yang tidak nyaman… namun faktanya,… memang lebih dari 50%.. ini sungguh perlu mendapat=kanperhatian…apalagi lebih dari 30%, proyek IT gagal… ini ironis… data dan fakta yang sangat bermanfaat bagi yg ingin mengembangkan IT perusahaan….
terima kasih, artikel yang sangat menarik. mohon ijin untuk sebagai salah satu refensi saya dalam penulisan paper tentang SIM
Outsorcing merupakan pilihan yang bisa digunakan perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan.Diperlukan langkah-langkah khusus untuk menjalankan strategi ini karena banyak sekali faktor terlibat yang dapat menentukan keberhasilan sehingga efisiensi biaya dapat terjadi.
penggunaan jasa outsourcing untuk IT tergantung dari kondisi perusahaan serta tujuan dari perusahaan itu sendiri
Leave your response!
Categories
Recent Posts
Recent Comments
Tags
Archives
Most Commented
Most Viewed
Blogroll