Home » IT Outsourcing

11 Kunci Sukses outsourcing

10 January 2012 152 views No Comment
  • Membagi proyek menjadi beberapa tahap

Rincilah proyek transformasi ke tahap yang dapat dikontrak saat proyek berlangsung, sehingga memungkinkan anda dapat memperkirakan lebih akurat dan fleksibilitas yang lebih baik.

  • Sesi Kontrak yang lebih besar

Terkadang, dalam kasus transformasi dalam skala besar, perpanjangan kontrak dengan perusahaan outsourcing tunggal adalah pilihan yang paling logis. Namun ketika anda menandatangani suatu kesepakatan, masuk akal untuk struktur hubungan seperti yang lebih kecil, lebih pendek, dengan serangkaian kecil ‘kontrak’ di dalam salah satu yang besar.

  • Mengembangkan kontrak yang solid

Tidak perduli seberapa besarnya proyek, sebuah kontrak yang solid harus selalu mencakup hal-hal berikut yaitu : peranan,tanggung jawab dan struktur pembayaran.

  • Solusi yang fleksibel

Sebuah pendekatan fleksibel yang memungkinkan organisasi memilih sumber pemasok terbaik ketika proyek-proyek baru atau jasa sedang dibutuhkan.

  • Menetapkan panduan tata kelola

Suatu model tata kelola yang kuat harus sudah tersedia untuk memastikan bahwa komitmen terpenuhi dan penyedia layanan dikelola secara efektif.

  • Mempertimbangkan sumber

Banyak ahli setuju penyedia tunggal umumnya bekerja lebih baik daripada model multisourcing untuk skala besar, proyek transformasional. perusahaan itu seharusnya mempertimbangkan ukuran dari penyedia jasa yang sedang dipertimbangkan tersebut, prioritas proyek dalam alur kerja secara keseluruhan vendor, dan seberapa mudahnya untuk akses support.

  • Menguraikan proses

Hati-hati dalam meninjau dan proses pemetaan sebelum meng-outsourcing kan mereka. Buat diagram untuk setiap proses dalam organisasi dan luangkan waktu dengan vendor untuk menjawab pertanyaan seperti kapan dan dimana yang akan terjadi handoffs.

  • Tetap memegang kepemilikan

Organisasi harus berhati-hati untuk mempertahankan kepemilikan arahan strategisnya untuk TI, sementara outsourcing provider berfungsi sebagai fasilitator dan memberikan kontribusi penerapan terbaik. Dan hati-hati meninjau proses internal sebelum menyerahkannya kepada perusahaan outsourcing.

  • Memiliki staff yang cukup

Pastikan anda memiliki staff yang cukup untuk menghandle hubungan dengan outsourcing. Tanpa adanya staff yang cukup untuk fokus dalam menghandle relasi serta me-maintance service yang ada di dalam perusahaan, maka rincian yang penting bisa-bisa terabaikan, layanan menjadi terganggu serta meleset dari deadline.

  • Memperhatikan hak karyawan outsourcing

Ada banyak resiko yang terlibat dalam usaha yang terus menerus untuk mendapatkan harga yang lebih rendah dari provider outsourcing. Jasa bisa terkena dampaknya, salah satunya, dan sisanya provider menjamin akan mencari cara untuk mengembalikan potongan harga di awal setelah masa kontrak selesai.

Beberapa perusahaan mulai menyadari kelemahan dalam model berbasis transaksi dan melihat pendekatan yang diberikan outsourcing. Dalam pribadi outsourcing, provider menentukan bagaimana mereka dapat menerapkan proses terbaik, teknologi dan kemampuan yang akan mendorong nilai bagi konsumen mereka. Konsumen, pada gilirannya, setuju untuk mengizinkan provider untuk mendapatkan keuntungan tambahan untuk mencapai nilai tambahan. Klien juga berkomitmen untuk memberikan  tingkat usaha tertentu untuk provider.

  • Tinjauan Kontrak

Kontrak restrukturisasi, yang meliputi pembaharuan, negosiasi ulang atau ekspansi kontrak yang ada, menyumbang 42 persen dari aktivitas outsourcing dalam kuartal pertama 2010. Entah itu untuk ekonomi, merger dan akuisisi atau alasan persyaratan bisnis yang berubah, kontrak harus ditinjau secara berkala untuk memastikan bahwa mereka masih dapat memenuhi tujuan jangka panjang strategis bisnis Anda.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Comments are closed.